SPPG Sambas Tebas Mekar Sekuntum 2 Bergerak Cepat, Ganti Paket MBG Usai Temukan Buah Kurang Layak Konsumsi

 

SAMBAS – Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Sambas Tebas Mekar Sekuntum 2 bergerak cepat melakukan penggantian paket Program Makan Bergizi Gratis (MBG) setelah ditemukan buah jambu kristal yang kurang layak konsumsi dalam paket menu kering yang diterima dua penerima manfaat di Posyandu Sejahtera, Desa Segarau Parit, Kecamatan Tebas, Kabupaten Sambas, Kamis (16/7/2026).

 

Kepala SPPG Sambas Tebas Mekar Sekuntum 2, Wulan Rahmawati, S.Tr.Ak, menjelaskan bahwa temuan tersebut melibatkan dua penerima manfaat, yakni Ayuni dan Anggi, yang menerima buah jambu kristal dalam kondisi lembek. Informasi tersebut kemudian beredar melalui unggahan di media sosial Facebook.

 

Berdasarkan laporan kejadian menonjol yang disampaikan kepada Badan Gizi Nasional, distribusi paket MBG berlangsung sekitar pukul 09.00 WIB sesuai jadwal operasional. Sekitar pukul 12.00 WIB, Kader Posyandu Sejahtera menerima informasi terkait unggahan di media sosial mengenai kondisi buah tersebut, lalu meneruskannya kepada pihak SPPG pada pukul 12.05 WIB.

 

 

Menerima laporan itu, tim SPPG langsung turun ke lokasi untuk melakukan pengecekan, memastikan kondisi paket makanan, sekaligus mengambil langkah penanganan agar persoalan tidak meluas.

Pada hari itu, menu MBG yang dibagikan terdiri atas jambu kristal, pisang Ambon, dan susu Indomilk vanila 115 ml.

 

SPPG menjelaskan bahwa seluruh bahan baku buah telah diterima pada Rabu (15/7/2026) sekitar pukul 18.00 WIB. Sebelum didistribusikan, buah telah melalui proses pencucian, pengeringan, penyortiran untuk memisahkan buah yang layak dan tidak layak, kemudian dikemas sesuai jumlah penerima manfaat.

 

Dalam evaluasi internal, pihak SPPG menyebut proses Quality Control (QC) telah dilaksanakan sebelum distribusi. Selain itu, koordinasi yang baik antara SPPG, kader Posyandu, dan penerima manfaat membuat informasi dapat diterima dengan cepat sehingga penanganan segera dilakukan.

 

Sebagai bentuk tanggung jawab, SPPG Sambas Tebas Mekar Sekuntum 2 langsung mengganti paket MBG yang bermasalah dengan paket baru. Di saat yang sama, evaluasi menyeluruh juga dilakukan terhadap seluruh tahapan operasional, mulai dari penerimaan bahan baku, penyimpanan, pengolahan, pemorsian, hingga proses distribusi.

SPPG menegaskan bahwa kejadian ini menjadi bahan evaluasi untuk semakin memperketat pengawasan kualitas bahan pangan. Dengan langkah perbaikan tersebut, diharapkan mutu makanan dalam Program Makan Bergizi Gratis tetap terjaga sehingga masyarakat, khususnya para penerima manfaat, memperoleh makanan yang aman, sehat, dan berkualitas.

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *