SINTANG, KALIMANTAN BARAT* – Kondisi Jembatan Lundang Baru di Kecamatan Dedai, Kabupaten Sintang, Kalimantan Barat memprihatinkan. Jembatan yang menjadi satu-satunya akses penghubung Dedai ke Desa Gurun itu jebol dengan lubang besar hingga besi tulangan lantai terlihat. Pagar pengaman sisi kanan arah Dedai juga sudah roboh jatuh ke bawah.
*Parahnya lagi, bagian tengah jembatan melengkung sehingga saat hujan air menggenang dan tidak bisa mengalir. Genangan ini menutupi lubang-lubang yang ada, membuat pengendara tidak bisa melihat titik bahaya dan risiko terpeleset atau terperosok makin tinggi.*
Berdasarkan dokumentasi warga pada Rabu, 17/06/2026 pukul 09:56, kerusakan jembatan tampak sangat parah. Lubang hanya ditutup darurat menggunakan kayu dan karung, sehingga sangat membahayakan pengendara roda dua maupun roda empat yang melintas setiap hari.
Warga menyebut kondisi ini sudah berlangsung cukup lama tanpa ada perbaikan dari Pemkab Sintang. Padahal jembatan tersebut merupakan urat nadi transportasi warga Dedai menuju Gurun dan sebaliknya. Jika putus total, ribuan warga terancam terisolir.
“Kami sudah lama mengeluh dengan damai. Tapi sampai sekarang jembatan dan jalan hancur dibiarkan begitu saja. Ini kewenangan Pemkab Sintang,” ujar salah satu warga yang enggan disebut namanya.
Tidak hanya Jembatan Lundang Baru, warga juga mengeluhkan masih banyak lagi kasus jembatan pendek di sejumlah desa se-Kecamatan Dedai yang kondisinya rusak parah. Beberapa di antaranya lantai berlubang, papan kayu lapuk, hingga tiang penyangga miring dan nyaris ambruk. Kondisi ini membuat aktivitas warga terganggu, termasuk distribusi hasil pertanian dan akses anak sekolah.
_Warga juga mempertanyakan kemana larinya pajak rakyat Kabupaten Sintang. Setiap tahun masyarakat taat bayar PBB, pajak kendaraan, retribusi, dan potongan lain. Tapi faktanya infrastruktur vital seperti Jembatan Lundang Baru dibiarkan jebol. Warga mendesak Pemkab Sintang transparan membuka alokasi APBD, terutama pos pemeliharaan jalan dan jembatan. Jangan sampai uang rakyat hanya jadi angka di laporan, sementara nyawa warga jadi taruhan tiap hari di jembatan rusak.*
Warga mendesak Dinas PUPR Kabupaten Sintang segera turun tangan melakukan perbaikan darurat di semua titik jembatan yang rusak sebelum jatuh korban jiwa. Warga menilai, pembiaran infrastruktur vital ini sama saja membiarkan masyarakat Dedai hidup dalam bahaya setiap hari.
Hamki

