Infocybernusantara.my.id, PONTIANAK – Seorang warga Kalimantan Barat menyampaikan keluh kesahnya terkait pelayanan kesehatan di RSUD Soedarso Pontianak dengan harapan mendapat perhatian langsung dari Wakil Gubernur Kalimantan Barat, Krisantus Kurniawan.
Melalui pesan yang dikirimkan kepada Wakil Gubernur, warga tersebut meminta waktu untuk menyampaikan persoalan yang dialaminya terkait pelayanan di rumah sakit milik Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat tersebut. Menurutnya, RSUD Soedarso merupakan rumah sakit rujukan yang dibiayai melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Provinsi Kalimantan Barat. Oleh karena itu, masyarakat sebagai pembayar pajak berhak memperoleh pelayanan kesehatan yang optimal, transparan, dan berkualitas. “Saya mencoba menyampaikan keluh kesah kepada kepala daerah terkait pelayanan kesehatan di wilayah kita. Semoga ada tanggapan dari tetua kita,” ungkapnya.
Ia menilai rumah sakit seharusnya terbuka kepada masyarakat apabila terdapat kendala teknis yang dapat memengaruhi pelayanan medis, terutama jika berkaitan dengan peralatan yang digunakan untuk tindakan penyelamatan nyawa.
Dalam keterangannya, ia mengaku memperoleh informasi bahwa alat operasi di Poli Urologi RSUD Soedarso mengalami kerusakan dan belum dapat digunakan. Ia menyebut kondisi tersebut telah berlangsung selama sekitar tiga bulan.
Apabila informasi tersebut benar, menurutnya, masyarakat yang datang berobat berpotensi tidak mengetahui adanya keterbatasan pelayanan sebelum tiba di rumah sakit. Kondisi itu dikhawatirkan berdampak pada pasien yang telah menunggu jadwal tindakan medis.
“Sangat disayangkan apabila pasien terus datang dengan harapan dapat menjalani operasi, namun baru mengetahui di kemudian hari bahwa alat yang dibutuhkan masih dalam kondisi rusak,” ujarnya.
Warga berharap Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat segera melakukan evaluasi terhadap pelayanan RSUD Soedarso, memastikan percepatan perbaikan peralatan medis yang rusak, serta meningkatkan keterbukaan informasi kepada pasien agar tidak menimbulkan kebingungan maupun kekecewaan.
Hingga berita ini ditulis, belum terdapat keterangan resmi dari pihak manajemen RSUD Soedarso maupun Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat terkait informasi mengenai dugaan kerusakan alat operasi di Poli Urologi selama tiga bulan tersebut. Berita ini akan diperbarui apabila telah diperoleh klarifikasi dari pihak terkait.

