SAMBAS, Infocybernusantara.my.id – SPPG Berkah Pangan Kalimantan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap sistem distribusi Program Makan Bergizi Gratis (MBG) setelah viralnya unggahan di media sosial yang memperlihatkan kondisi buah dalam paket makanan bagi penerima manfaat.
Kepala SPPG Berkah Pangan Kalimantan, Oktopianus, mengatakan hasil evaluasi sementara menunjukkan perubahan kondisi buah diduga terjadi setelah proses pengemasan. Menurutnya, buah kemungkinan dimasukkan ke dalam top box terlalu awal sehingga perubahan suhu di dalam wadah berpotensi memengaruhi warna maupun kualitas buah. “Ini menjadi pelajaran bagi kami untuk memperbaiki sistem distribusi. Kami segera melakukan evaluasi internal, menyempurnakan prosedur pengemasan, pengaturan waktu penyimpanan, serta mekanisme distribusi agar kualitas makanan tetap terjaga hingga diterima masyarakat,” ujarnya, Jum’at (31/7/2026).
Oktopianus menjelaskan, SPPG Berkah Pangan Kalimantan melayani sekitar 710 penerima manfaat kelompok 3B, yakni ibu hamil, ibu menyusui, dan balita, serta sekitar 1.700 siswa di 12 sekolah. Ia menegaskan bahwa mutu pangan harus dijaga pada setiap tahapan, mulai dari pemilihan bahan baku, pengolahan, pengemasan, penyimpanan hingga distribusi.

Menanggapi kejadian tersebut, Camat Salatiga, Dedi S., mengatakan pihaknya sejak awal telah mengingatkan pengelola SPPG agar mematuhi seluruh standar operasional, terutama terkait kebersihan dan kualitas makanan. Bahkan, dua hari setelah dilantik, ia telah mengunjungi dua SPPG di Kecamatan Salatiga untuk memastikan pelaksanaan program berjalan sesuai ketentuan.
Menurut Dedi, viralnya keluhan masyarakat harus menjadi bahan evaluasi bersama karena Program MBG menyasar kelompok rentan, seperti ibu hamil, ibu menyusui, balita, dan anak sekolah yang menjadi bagian dari upaya percepatan penurunan angka stunting. “Kami meminta agar pengawasan distribusi diperketat sehingga kejadian serupa tidak terulang. Kepala SPPG juga telah menyatakan siap melakukan pembenahan terhadap berbagai kekurangan yang ditemukan dalam evaluasi,” katanya.
Selain melakukan evaluasi internal, SPPG juga berkoordinasi dengan Koordinator Wilayah (Korwil) dan Koordinator Kecamatan (Korcam) untuk memperkuat pengawasan distribusi, serta menjalin komunikasi dengan warga yang menyampaikan keluhan sebagai bentuk keterbukaan dan komitmen dalam meningkatkan kualitas pelayanan Program Makan Bergizi Gratis.
Editor/Penulis: Sunardi

