Pengurus SPBU Dungun Laut Jawai Robet Bantah Isu Kelangkaan BBM, Polisi Imbau Warga Tidak Menimbun

Infocybernusantara.my.id, SAMBAS, – Isu kelangkaan BBM bersubsidi menjelang Hari Raya Idul Fitri membuat masyarakat di Kabupaten Sambas resah. Dalam beberapa hari terakhir, sejumlah SPBU di berbagai titik wilayah Sambas diserbu warga yang khawatir tidak kebagian bahan bakar.

Pemandangan antrean panjang kendaraan terlihat di hampir setiap SPBU. Warga berbondong-bondong mengisi BBM lebih awal karena takut terjadi kelangkaan saat mendekati Lebaran.

Sejumlah warga menyampaikan kekhawatiran tersebut setelah beredar kabar bahwa stok BBM bersubsidi mulai menipis menjelang hari raya.

Kondisi ini membuat sebagian masyarakat memilih membeli BBM lebih banyak dari biasanya.

Menanggapi isu tersebut, pengurus SPBU No 66.794.01 Dungun Laut, Desa Sentebang, Kecamatan Jawai, Kabupaten Sambas, Robet, menegaskan bahwa informasi kelangkaan BBM tersebut tidak benar.

Melalui sambungan telepon WhatsApp kepada media ini Robet menyampaikan bahwa stok BBM di SPBU tersebut masih dalam kondisi aman.

“Hal tersebut hanya isu. Di SPBU kami stok BBM tidak berkurang. Bahkan menjelang Lebaran kami sudah mengantisipasi dengan menambah kuota stok BBM subsidi jenis Pertalite agar pelayanan kepada masyarakat tetap berjalan lancar,” ujarnya.

Ia juga mengakui dalam beberapa hari terakhir terjadi lonjakan masyarakat yang datang untuk mengisi BBM, sehingga menyebabkan antrean panjang di area SPBU.

“Beberapa hari ini memang masyarakat ramai menyerbu SPBU kami, sehingga terlihat antrean cukup panjang. Namun stok masih tersedia dan kami tetap melayani masyarakat seperti biasa,” jelasnya.

Terkait kabar harga BBM eceran di kios yang mencapai Rp15 ribu hingga Rp20 ribu per liter, pihak SPBU menduga harga tersebut kemungkinan untuk jenis BBM Pertamax, karena ada warga yang membeli dalam jumlah banyak.

Sementara itu, pihak kepolisian dari Polda Kalimantan Barat juga telah memberikan peringatan kepada masyarakat agar tidak melakukan penimbunan BBM bersubsidi.

Pihak kepolisian menegaskan, apabila ditemukan adanya masyarakat atau pihak tertentu yang dengan sengaja menimbun BBM subsidi untuk kepentingan pribadi maupun dijual kembali dengan harga tinggi, maka akan ditindak tegas sesuai ketentuan hukum yang berlaku.

Polisi juga mengimbau masyarakat agar tidak terpancing isu yang belum jelas kebenarannya serta membeli BBM sesuai kebutuhan, sehingga distribusi BBM bersubsidi dapat berjalan lancar dan merata menjelang Hari Raya Idul Fitri.

Redaksi

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *