Kasus Kematian Ibu di Sambas Menurun, Pemerintah Terus Perkuat Layanan Kesehatan

Sambas, Angka kematian ibu (AKI) dan angka kematian bayi (AKB) masih menjadi perhatian serius Pemerintah Kabupaten Sambas. Meski demikian, upaya yang dilakukan pemerintah daerah mulai menunjukkan hasil positif, terutama pada penurunan kasus kematian ibu.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sambas, dr. H. Ganjar Eko Prabowo, M.M., mengungkapkan bahwa pemerintah terus melakukan berbagai langkah untuk menekan angka kematian ibu dan bayi melalui peningkatan kualitas layanan kesehatan.

Ia menjelaskan, pada tahun 2025 tercatat sebanyak 6 kasus kematian ibu, menurun dibandingkan tahun sebelumnya yang mencapai 8 kasus.

“Walaupun masih menjadi perhatian serius, kita melihat adanya tren penurunan pada kasus kematian ibu. Ini menunjukkan bahwa berbagai upaya yang dilakukan mulai memberikan dampak positif,” ujar dr. Ganjar.

Sementara itu, angka kematian bayi masih tergolong cukup tinggi, dengan jumlah mencapai 85 kasus pada tahun yang sama.

Menurut dr. Ganjar, beberapa faktor utama penyebab kematian ibu di Kabupaten Sambas antara lain perdarahan, eklamsia, serta infeksi.

Sedangkan pada bayi, penyebab terbanyak adalah bayi dengan berat badan lahir rendah (BBLR), asfiksia, dan infeksi.

Untuk menekan angka tersebut, Pemerintah Kabupaten Sambas melalui Dinas Kesehatan terus melakukan berbagai langkah strategis.

Di antaranya dengan meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan selama masa kehamilan dan persalinan, memperkuat pendampingan oleh bidan desa terutama bagi ibu hamil berisiko tinggi, serta melakukan audit terhadap setiap kasus kematian.

“Audit kasus ini penting dilakukan sebagai bahan evaluasi agar kejadian serupa dapat dicegah di kemudian hari,” jelasnya.

Pemerintah daerah berharap melalui berbagai upaya tersebut, angka kematian ibu dan bayi di Kabupaten Sambas dapat terus menurun, sehingga derajat kesehatan masyarakat semakin meningkat.

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *